Ujian Praktik


UJIAN SEKOLAH ( US ) PRAKTEK
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal               : Selasa, 19 April 2014
Waktu                          : 07.15 – 10.00 WIB

A.    MENDENGARKAN
Simak baik-baik berita yang akan dibacakan berikut ini !

Selamat pagi pendengar, bertemu lagi dengan saya, Agus Yulianto, dalam acara Berita Hari ini , Kamis, 22 Juli 2010. Langsung dari radio RRI Purwokerto tepat pukul 9 pagi. Inilah berita utama.
Saudara pendengar, Mendiknas Muhamad Nuh, mengatakan bahwa semua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta akan diberi akses TV edukasi. Jaringan tersebut sedang dipasang diseluruh daerah kabupaten dan kota di Indonesia.
Saudara pendengar, TV edukasi bertujuan dalam rangka meningkatkan pendidikan diseluruh Indonesia. Selain itu, juga bertujuan untuk mempersatukan republik yang sangat luas dan berkepulauan ini.
Saudara pendengar, demikian tadi berita yang dapat kami sampaikan. Sampai jumpa lagi di acara berita selanjutnya dan selamat pagi.

( sumber : BSE Bahasa Indonesia _Umri Nuraini, dan telah diedit )

Setelah mendengarkan teks berita yang dibacakan oleh penguji, coba kamu jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Kerjakan di lembar jawaban yang sudah disiapkan!

1.    Apa nama stasiun radio yang menyiarkan berita yang telah kamu dengar tadi?
2.    kapan berita di radio tersebut disiarkan?
3.    Pukul berapa berita tersebut disiarkan?
4.    berita apa yang disampaikan?
5.    Siapa narasumber berita yang telah kamu dengarkan tadi?

C.    MEMBACA
Ayo, baca bacaan berikut dengan seksama!

Ukuran  Kekayaan

Dewa Kemiskinan dan Dewa Kekayaan sedang  berdebat  seru.  Dewa  kemiskinan merasa  tersinggung  dengan  ucapan  Dewa Kekayaan    yang    mengatakan    hanyadirinyalah  yang  bisa  membuat  manusia bahagia.
“Sekarang  terbukti. Aku  lebih  disukai bahkan dipuja daripada kamu. Dari ujung ke ujung dunia ini, tak ada yang membenciku. Beda  denganmu.  Tak  ada  yang  mau mendengar namamu”. ejek Dewa Kekayaan. “Aku  tidak  percaya,  atau  kita  turun  kebumi  dan  mencari  kebenaran  itu”,  ajak Dewa kemiskinan. Lalu, keduanya turun ke bumi untuk membuktikan secara langsung. “Coba kau lihat manusia-manusia itu, dia tersenyum   senang   karena   memiliki semuanya. Itu karena aku. Bahkan, berdoa pun  mereka  menginginkanku.  Mana  ada yang  mengharapkan  kamu”,  kata  Dewa Kekayaan makin sombong.
“Jangan buru-buru bangga. Kita cari yang lain”. Dewa Kemiskinan berusaha tenang,
lalu, tiba-tiba ia mendengar tawa dari sebuah rumah.
“Kenapa mereka tertawa? Mereka, kan, keluarga miskin?” tanya Dewa kekayaan heran. Dewa Kemiskinan tak menjawab. Ia merubah diri menjadi sosok manusia.
“Apa yang sedang keluarga ibu tertawakan? Padahal sepertinya tidak ada hal yang lucu?”
“Kami selalu tertawa meski tidak ada hal yang lucu sekalipun. Kami tertawa karena kami bahagia”.
“Mana mungkin ibu bahagia kalau ibu miskin?” tanya Dewa Kekayaan yang juga
ikut berubah menjadi manusia.
“Kebahagiaan, kan, bukan berarti harus kaya. Dulu kami pernah mempunyai uang lebih, tapi malah ketakutan. Takut kemalingan, takut ada yang minta, takut ditipu, dan
selalu curiga pada orang. Lebih baik begini, memang kami miskin, tapi justru kami bisa belajar menghargai uang, belajar hemat, dan tidak takut dijahati”.
“Kalau kaya, kan, enak. Bisa makan enak, tidur di kasur empuk, pakai baju bagus,
perhiasan, rumah besar dengan perabotan yang mahal.” kata Dewa Kekayaan. “Sepertinya menyenangkan karena kami tidak punya apa-apa. Tetapi, saya yakin
meski sudah memiliki banyak hal, orang-orang kaya itu pasti masih merasa kurang.
Kalau buat saya yang penting sehat. Punya banyak uang, tapi sakit, kan, sama saja tidak menikmati. Toh, kalau mati nanti semua harta yang dimiliki tidak bisa dibawa.”
“Saya setuju dengan pendapat itu. Terima kasih.” kata Dewa Kemiskinan tersenyum
sambil melirik pada Dewa kekayaan.
“Terbukti, kan, tidak semua orang senang dengan kekayaan?”

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini sesuai bacaan di atas!
1.    Siapa yang berdebat dalam bacaan tersebut?
2.    Mengapa Dewa Kekayaan mengejek Dewa Kemiskinan?
3.    Untuk apa Dewa Kekayaan dan Dewa Kemiskinan turun ke bumi?
4.    Siapakah yang tertawa di dalam rumah?
5.    Apa yang dapat kamu tangkap ( amanat ) dari bacaan tersebut?

D.    MENULIS

Kembangkanlah kerangka pidato untuk acara perpisahan di bawah ini menjadi naskah pidato! Tulislah naskah pidatomu dengan susunan kalimat yang benar, dengan ejaan dan tanda baca yang  benar pula.
Pembukaan  :
–    Salam pembuka
–    Ucapan syukur kepada-Nya
–    Ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru
Isi        :
–    Kami  (siswa-siswi  kelas  VI)  merasa  lega  telah     menempuh ujian dengan hasil yang tidak mengecewakan.
–    Terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru atas bimbingannya    selama ini.
–    Mohon doa restu agar diterima di sekolah favorit.
–    Pesan kepada adik-adik kelas.
–     Permohonan  maaf  kepada  Bapak/Ibu  Guru  atas    kekhilafan selama belajar di SD
–    Akan terus mengenang jasa Bapak/Ibu Guru.

Penutup        :
–    Permohonan maaf jika ada kesalahan dalam bertutur kata selama berpidato.
–    Harapan dan imbauan.

–    Salam penutup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s